Tuduhan Jaksa Dianggap Bisa Menjadi Fitnah

2017-10-29-PHOTO-00000834

 

BANDUNG, infoterbaru.net – Pada sidang lanjutan Buni Yani kembali di gelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Selasa (26/09/2017).

Penuntut umum meminta bukti bahwa Buni Yani telah mendownload  video unggahannya dari media NKRI. Jaksa penuntut umum menuduh terdakwa telah memotong video dari durasi aslinya menjadi 30 detik. Untuk membuktikan bahwa Buni Yani mendownload dari media NKRI, Jaksa penuntut umum melihat bukti yang ada pada handphone Buni Yani. Disana terdapat history pendownlodan video tersebut namun tidak ada bukti bahwa video tersebut dipotong oleh Buni Yani. Sehingga, dikarenakan tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa Buni Yani memotong video tersebut, maka tuduhan Jaksa dianggap bisa menjadi fitnah.

 

kjhgf

Semua jaksa penuntut umum dan Buni Yani dipanggil oleh Ketua Hakim untuk membuka hape Buni Yani yang disita.

Sidang ini terus berlanjut dan masih membahas seputar video yang di download atau di potong Buni Yani, sementara yang menyebar luaskan status Buni Yani dengan tambahan caption “provokasi” tidak di proses. Kemudian Buni Yani melaporkan Guntur romli, menurutnya “Guntur Romli yang men-screenshoot postingannya dan menambahkan caption dengan kata provokasi lah yang seharusnya disidang”.

Isi dari Status Guntur Romli berbeda dengan caption Buni Yani yang murni sebagai ajakan untuk berdiskusi. Karena terdakwa paham betul, mana kata yang provokatif. Bahkan didalam komentar postingan tersebut, tidak ada yang menyinggung ras tertentu maupun golongan tertentu.

“Teman saya orang-orang yang berpendidikan, saya yakin kalau mereka memahami betul hal tersebut,” ungkap buni yani.

 


 

Post Author: Krisma N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *